Buku “Berteman dengan Demam”, Panduan Wajib Orang Tua Hadapi Anak Demam

Daftar Isi
Hadapi demam pada anak tanpa panik

Kasus Ginjal Akut Misterius pada Anak

Assalamu’alaikum, Ayah/Bunda. Adanya kasus ginjal akut misterius pada anak tentu bikin orang tua waswas dengan kondisi anak-anak, ya. Berbagai upaya kita lakukan untuk mencegah agar anak kita tidak menjadi korban. 

Dirilis oleh CNN Indonesia, Kamis (26/10/2022), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat jumlah temuan kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) di Indonesia mencapai 269 orang per Rabu (26/10).

Ratusan kasus itu tersebar di 27 provinsi Indonesia. Sebanyak 157 pasien di antaranya atau sekitar 58 persen dinyatakan meninggal dunia.

"Pada tanggal 26 Oktober ada 269 kasus. Yang dirawat 73 kasus, 157 kasus di antaranya meninggal berarti 58 persen. Lalu yang sembuh 39 kasus," kaya Juru Bicara Kementerian Kesehatan Syahril dalam konferensi pers, Kamis (27/10).

Kemenkes menyatakan, berdasarkan hasil biopsi terhadap jenazah pasien gangguan gagal ginjal akit, kerusakan pada ginjal disebabkan senyawa etilen glikol (EG). Senyawa ini diduga berasal dari obat sediaan cair atau sirop.

BPOM telah mengeluarkan daftar obat sirop yang aman dikonsumsi. Pengujian terhadap obat lainnya masih terus dilakukan.

Meskipun masih dalam penelitian, belum ada bukti empiris terhadap sirop-sirop yang beredar di masyarakat dan mengandung senyawa EG dan senyawa berbahaya lainnya melebihi ambang batas keamanan, kita pasti merasa khawatir dan memilih untuk menghindari penggunaannya terlebih dahulu.

Sebagian orang tua yang memberikan anak obat sirop terhadap anak menjelang mencuatnya kasus gagal ginjal akut misterius pada anak memilih untuk melakukan general chek up sebagai langkah preventif. 

Yang sering dikhawatirkan kaum ibu khususnya adalah bagaimana penanganan ketika anak demam tetapi tidak boleh (ragu) untuk memberikan antipiretik/obat penurun panas dalam sediaan sirop? 

Nah, buku “Berteman dengan Demam” yang ditulis oleh dr. Arifianti, Sp.A dan dr. Nurul I Hariadi, FAAP ini bisa menjadi rujukan bagaimana penanganan demam sesuai dengan gejala, kondisi anak, tanpa terburu-buru untuk memberikan obat penurun panas atau pergi ke dokter. 

Bagi Ay/Bun yang mengikuti dokter Apin pasti paham, ya, bagaimana beliau memberikan resep yang khas terhadap pasien-pasiennya khususnya yang terkena common cold

Demam adalah reaksi yang menggambarkan adanya suatu proses dalam tubuh. Demam diciptakan oleh tubuh untuk banyak tujuan baik. Pada kondisi demam, perkembangbiakan virus dan bakteri di dalam tubuh justru sedang dihambat. (dokter Apin)

buku berteman dengan demam

Isi Buku  Seri Sehat Bersama Dokter Apin, 'Berteman dengan Demam'

Menurut Dokter Apin dalam buku ini, ada 3 pertanyaan yang harus terjawab sebelum membawa anak ke rumah sakit dan dirawat.

Apa diagnosis anak (dalam bahasa medis)?

Apa saja terapinya (tidak harus selalu berupa obat atau resepnya)?

Apa saja kondisi kedaruratan yang harus membuatnya segera dibawa ke dokter?

Alhamdulillah, buku ini memberikan bekal untuk orang tua berkaitan dengan ilmu kesehatan sehari-hari untuk mengasuh anak, terutama yang berkaitan dengan demam.

Apa saja Isi Buku Berteman dengan Demam

Seputar demam, tentang fakta dan mitos demam, bagaimana mengatasi anak demam, dll

Tentang kejang demam, apakah terjadi pada semua anak, dan apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami kejang demam

Mengenal berbagai macam demam ruam

Demam berdarah Dengue

Mengenal dan menangani demam tifoid

Infeksi saluran Napas (ISPA)

Infeksi Saluran kemih (ISK)

Seputar Bayi baru lahir

Diare dan Muntah pada anak

Berbagai macam alergi pada anak

Asma pada anak

Cara Menakar Dosis Paracetamol yang Tepat dalam Buku “Berteman dengan Demam”

Cara pakai obat yang sering tertera dalam kemasan adalah berdasarkan usia, bukan berat badan (BB), padahal seharusnya penggunaannya beradarkan BB dan takaran dosisnya dalam ukuran miligram (mg), bukan mililiter (ml).

Sediaan paracetamol untuk anak umumnya berupa tetes (drops), sirop, dan forte. Drops lebib pekat, dalam jumlah ml yang kecil mengandung mg yang cukup banyak. Umumnya konsentrasinya 80mg/0,8ml atau 100mg/1ml. 

Sirop lebih encer, umumnya ada 2 macam konsentrasi yaitu 120mg/5ml dan 160mg/5ml. Sedangkan forte lebih pekat dari sirop, yaitu 250mg/5ml. Sama-sama berupa sirop tapi konsentrasinya lebih pekat. 

Bagaimana cara menghitung dosis paracetamol yang tepat?

Aturan, dosis paracetmol adalah 10-15 mg/BB.

Contohnya:

seorang anak berusia 3 tahun dengan BB 12 kg, maka dosis paracematolnya adalah: 12 kgx10-15mg = 120 – 180 mg. Jadi yang dibutuhkan untuk sekali minum adalah 120 – 180 mg paracetamol yang takarannya disesuaikan dengan jenis sediaannya. 

Jika menggunakan drops, maka butuh 1,2 – 1,8 ml paracetamol, dengan sirop 120mg/5ml bisa diberikan 5 ml – 7,5 ml; dengan sirop 160mg/5 ml bisa diberikan 5ml karena masih di kisaran 120-180 mg. Sedangkan untuk forte di mana 125mg setara dengan 2,5 ml, maka bisa juga diberikan sejumlah 2,5 ml.

Semoga Ay/Bun tidak bingung lagi dan tidak salah dalam mengukur dosis paracetamol yang tepat untuk ananda. 

Sekali lagi, menutur dokter Apin, penggunakan antipiretik ini dilakukan jika bayi atau anak sudah mengalami gejala darurat, dehidrasi, rewel, dan gelisah. Sebelumnya, ayah/Bunda harus sabar, menggendong, mengondisikan agar anak-anak merasa nyaman, dll sebagaimana yang biasanya dianjurkan oleh dokter Apin di media sosial beliau. 

Buku “Berteman dengan Demam” karya dokter Apin ini sangat direkomendasikan sebagai buku rujukan dan panduan bagi Ayah/Bunda agar siap dan tidak panik saat menghadapi demam anak. 

Semoga bermanfaat,

Salam, 


Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner