Kebijakan pemerintah untuk #DiRumahSaja alias #StayAtHome dan #WorkFromHome bagi para pekerja, tak urung membuat saya uring-uringan.
Pasalnya, si Kakak ini anak yang aktif. Dia tak betah berlama-lama di dalam rumah. Biasanya, ketika di sekolah selalu banyak aktivitas menyenangkan bersama teman-temannya baik di dalam kelas maupun kegiatan outdoor di luar sekolah.

Pekan kemarin, baru 3 hari diberlakukan aturan untuk anak-anak belajar di rumah, kesabaran saya rasanya sudah di titik mengenaskan. Saat si Kakak tak juga mengindahkan ajakan atau saran untuk bermain dengan modul dari bunda di sekolahnya, suara saya otomatis sudah naik sekian oktaf.

Fyuuh! Tersindir sekali tapi hanya bisa tersenyum kecut saat membaca tulisan seorang teman, "Seminggu belajar di rumah, yang lebih banyak tantrum anak atau emaknya?" Duh! What a life!
Saya yang dulu pernah ingin mencoba homeschooling (tapi akhirnya nyerah dan masukin si Kakak ke sekolah) jadi makin merasakan betapa beratnya perjuangan untuk  bisa belajar di rumah sesuai fitrah pendidikan anak.

Kembali ke aktivitas belajar (baca: main) anak di rumah, saya cukup terbantu dengan modul dari bunda di sekolah. Saya tinggal menyesuaikan jadwal dan kegiatan dengan sedikit improvisasi. Namun ternyata tak semudah itu. Saya tetap keteteran terutama ketika si Kakak badmood. Saya pun melakukan beberapa kegiatan untuk membuat mood-nya kembali baik.

1. Berkreasi dengan Barang Bekas 

Si Kakak senang sekali ketika saya ajak bermain-main dengan barang bekas di rumah.  Biasanya kami memanfaatkan kardus dan karton bekas kotak makan.

Seru sekali loh! Berkreasi bersama anak-anak di rumah Dari kardus bekas kita bisa membuat kamera, TV, laptop, rumah boneka, dll.

Tenang, inspirasinya bisa didapat dari dunia maya baik instagram, pinterest, YouTube, dll. Saya bersyukur sempat membeli buku 'Tutorial Mainan Kardus' sehingga saat butuh ide, saya bisa membuka buku dan langsung memilih mainan apa yang cocok untuk dibuat bersama anak-anak. Di sana, ada beragam tutorial mulai dari yang simpel hingga rumit dan membutuhkan waktu cukup lama membuatnya. Biasanya, saya pilih mainan yang tak terlalu rumit, membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam sambil 'momong' si Kecil.

Oh ya, jangan lupa siapkan perlengkapan untuk bikin DIY bersama anak juga, Ayah-Bunda.

Bermain 'kamera' dari kardus bekas

2. Fun Cooking

Kegiatan ini juga sangat disukai si Kakak. Sekadar membantu membuat omelet atau telur ceplok saja sudah membuatnya senang.

Baru-baru ini ia pun mendapat tugas membuat jamu dari bunda di sekolah. Awalnya dia ngambek karena tak mau ngomong di depan kamera bagaimana caranya membuat minuman herbal.

Alhamdulillah akhirnya berhasil menyelesaikan tugas dengan gembira. Selain itu, kami pernah fun cooking dengan menu klepon warna-warni, pisang karamel, eskrim, nasi goreng, sosis bakar, dll. Menu yang sederhana pun akan sangat mengesankan bagi anak-anak.

3. Berkebun

Mengajak anak-anak berkebun saat situasi seperti sekarang juga bisa menjadi alternatif kegiatan anak. Memanfaatkan teras sempit, balkon atau kebun belakang bisa diubah menjadi kebun hidroponik atau tanaman toga yang cantik dan bermanfaat. Dengan beraktivitas di teras tanpa keluar rumah, anak pun bisa menemukan sedikit suasana baru.

Sayangnya, di tempat tinggal kami sekarang belum memungkinkan untuk kegiatan berkebun. Si Kakak senang sekali diajak berkebun ketika di rumah kakek/neneknya baik di Semarang maupun di Wonosobo.

Merangkai 3D Puzzle


Selain kegiatan tersebut, kadang kami mewarnai bersama. Si Kakak mewarnai gambar untuk anak-anak, saya asyik mewarnai untuk dewasa. Terkadang si Kakak pun ingin mencoba mewarnai kepunyaan bundanya.

Ketika bosan mewarnai, bisa membaca buku, mendongeng, meronce, main board game, main lego, melukis, dan sederet kegiatan menarik lainnya. Hal yang biasa, dengan sedikit improvisasi bisa sangat menarik buat anak-anak, seperti yang baru saja kami lakukan, merangkai 3D puzzle. Hampir 1 jam kami berkutat dengan puzzle berbahan kertas tersebut, bahkan si Ayah sampai turun tangan. Alhamdulillah, hasilnya cukup memuaskan.

Nah, bagaimana kegiatan Ayah-Bunda bersama ananda selama belajar di rumah?