Fitrah kehidupan anak-anak adalah bermain, maka berbagai macam nilai positif akan sangat mudah disampaikan kepada anak melalui media permainan.
Menyitir dari tulisan Maya Dikiria, Permainan edukatif adalah semua bentuk permainan yang dirancang untuk memberikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar kepada para pemainnya, termasuk permainan tradisional dan “modern” yang diberi muatan pendidikan dan pengajaran (Adams, 1975).

Beruntunglah anak-anak yang lahir di era 80 - 90-an yang sejak kecil akrab bergumul dengan alam dan aneka permainan tradisional. Berkah karena pengalaman masa kecil yang kaya, lalu juga merasakan perkembangan teknologi yang sedemikian derasnya.
Itulah sebabnya, meski tak sesering saat baru memiliki 1 anak, saya senang mengajak anak bermain atau bahkan membuat mainannya sendiri.
Bersyukur ada buku 'TUTORIAL MAINAN KARDUS' ( selanjutnya saya sebut TMK) yang berisi tutorial aneka mainan edukatif berbahan dasar kardus. Ya, kardus yang biasanya hanya menjadi limbah atau sekadar digunakan kembali sebagai tempat penyimpanan, bisa disulap menjadi berbagai macam permainan menarik. Lebih menarik tentunya jika anak pun terlibat dalam pembuatan mainan tersebut.
Dulu ketika menjelang buku ini terbit, saya hanya memandang sebelah mata. Ah, tutorial bisa saya dapatkan lewat mesin pencari, pinterest, instagram, atau media lainnya. Batin saya mencari alasan untuk tidak membeli buku itu.
Belakangan ketika anak kedua lahir lalu 2 bulan setelahnya si Ayah mendapat tugas kerja ke luar pulau, saya mulai kelimpungan bagaimana cara supaya si Kakak tidak kesepian.
Saya pun menyiapkan berbagai 'alat tempur' aneka bahan craft dan memutuskan untuk membeli buku TMK. Kebetulan ada teman yang masih memiliki stok buku itu.
"Bunda, ayah ko kerjanya lama sekali, nggak pulang-pulang...." Kata Hasna dengan wajah sedih dan menahan tangis, hanya selang 2 hari setelah ayahnya berangkat ke Bali.
Rayuan ini-itu tak mampu meluluhkannya, sampai saya mengajaknya membuat mainan sendiri.
"Bagaimana kalau kita buat mainan laptop? Seperti laptop Bunda. Kakak pernah bilang ingin punya laptop kayak punya Bunda kan?"
"Laptop Bunda yang buat kerja? Buat ketik-ketik?"
"Iya..."
Akhirnya ia bisa tersenyum lebar. Saya pun mengeluarkan alat tempur. Sementara kakek dan neneknya siap siaga sewaktu-waktu si Kecil butuh ganti popok atau terbangun.
Kardus, selalu tersedia di rumah, sedangkan alat tempur lainnya sudah siap sedia pula.
Ukur sana, ukur sini, lem sana lem sini, sambil sesekali menyusui baby Salsabila, akhirnya jadi juga 'laptop' Hasna setelah kurang lebih 2 jam berkutat.

'laptop' dari kardus

Begitu laptop mainan itu selesai, sontak ia membawanya ke luar rumah, masuk ke rumah tetangga dan memamerkan hasil karyanya itu ke temannya, anak tetangga kami. Alhasil kedua anaknya minta dibuatkan mainan yang sama seperti kepunyaan Hasna.
Setelah itu, tak habis-habisnya ia meminta video call dengan ayahnya, lagi-lagi untuk memamerkan mainan barunya itu. Anak-anak ya... selalu saja ada yang bikin gemes bin geregetan.
Setelah membuat laptop mainan itu, sampai sekian waktu kami tidak membuat mainan kembali. Si Kakak berkali-kali merengek minta dibuatkan mainan, tapi saya sering kerepotan dengan rutinitas sehari-hari bersama dua anak di perantauan.

Peralatan yang diperlukan untuk membuat mainan dari kardus

Well, ketika si Ayah libur, saya pun menyanggupi untuk berkreasi dengan kardus bekas lagi. Kardus kami dapatkan dengan membeli di warung tetangga. Setelah bernegosiasi dengan si Kakak yang awalnya meminta mainan yang cukup rumit sedangkan waktu kami terbatas, akhirnya disepakati akan membuat kamera.
Kurang lebih 2 jam berkutat dengan kardus dan perlengkapan ‘perang’, jadi juga 2 ‘kamera DSLR’ minus lampu blitz-nya karena tanpa itu pun sudah berwujud kamera, dan akan memakan waktu lebih lama jika membuat itu sekaligus.
Alhamdulillah, anak-anak senang meskipun mereka agak asing dengan bentuk kamera DSLR. Memang selama ini sangat jarang melihat kamera seperti itu, karena kami tidak memilikinya.

Si Kakak dengan 'kamera'nya


Oh ya, buku TMP ini juga dilengkapi dengan bab pengenalan dan teknik dasar membuat mainan dari kardus. Berbagai peralatan yang diperlukan dijelaskan satu persatu di bab awal. Setelah itu, terdapat 40 tutorial mainan dari kardus yang sangat lengkap step by step-nya.
Setiap tutorial permainan dilengkapi dengan gambar mainan yang sudah jadi, pola dan ukuran per bagian, serta cara membuatnya langkah demi langkah.
Hanya dengan mengikuti setiap tutorial di buku TMK, kita bisa membuat mainan dari kardus yang sangat identik dengan aslinya. Jadi, nggak ada alasan nggak kreatif ya, untuk berkreasi bersama ananda.
Selain itu, buku ini dicetak dengan kertas mattepaper, seperti yang umumnya digunakan untuk kalender, dan full colour. Sampulnya soft cover dengan sebagian tercetak timbul. Sampulnya dilengkapi dengan gambar aneka permainan dari kardus yang juga terdapat tutorialnya di dalam.
Jadi, buku ini cukup recommended untuk orangtua, sebagai ‘bekal’ dan referensi untuk membuat aneka permainan dengan memanfaatkan bahan bekas khususnya kardus. Tentunya, dengan melibatkan anak dalam membuat mainan sendiri, bonding dengan orang tua akan lebih lekat, serta akan melatihnya menjadi anak yang tekun, kreatif dan daya imajinasinya tinggi. Pastinya akan melatih motorik halusnya juga.
Semoga bermanfaat,
Salam,  

BUKU TUTORIAL MAINAN KARDUS KREATIF DAN EDUKATIF
Penulis: @Uchywidya
Penerbit: Sahabat Sejati
Cetakan 1: Oktober 2017
Cover buku: Artcarton 260gr.
Halaman isi: Mattepaper 120gr FULLCOLOR
Ukuran buku: 16x23 cm
Tebal buku: 180 halaman