City Tour Bersama Teman Bus Trans Metro Dewata Bali

Daftar Isi
city tour naik bus Trans Metro Dewata

Baru-baru ini, sekolah Kakak S kembali mengadakan outing class. Kali ini, tema alat transportasi khususnya trasportasi masal/umum. Kegiatan outing class-nya yaitu naik bus Trans Metro Dewata yang dikenal dengan Teman Bus. 

Seperti biasa setiap akan outing class, hebohnya sejak pengumuman diberikan. 

“Asyik! Mau naik ‘Tayo’ sama teman-teman sekolahku!” teriak Kakak S.

‘Tayo’ adalah sebutan akrab anak-anak untuk ‘bus’. Bus apa pun, akan mereka sebut ‘Tayo’ maka kami pun membahasakan ‘naik Tayo’ saat akan menumpang bus. 

Sebenarnya, anak-anak sudah cukup akrab dengan Teman Bus. Berkali-kali kami mengagendakan naik bus saat liburan sekolah atau sekadar main ke pantai. Terkadang, jika akan berkunjung ke rumah teman yang lokasinya cukup jauh dan dilewati rute bus, kami juga akan menumpang bus sampai halte terdekat. 

Saat liburan akhir tahun kemarin, kami pun jalan-jalan ke kebun kupu-kupu dan kolam renang menumpang bus Trans Metro Dewata alias ‘Tayo’ sampai Gianyar. Busnya yang nyaman dan tarif rata jauh/dekat membuat kami ketagihan. Untuk tarif dewasa sebesar 4.400/orang dan anak-anak 2.200/orang. Pembayaran bisa menggunakan kartu e-toll/e-money atau QRIS (baca: kris). Jadi enak nih, nggak perlu ribet cari uang pas atau cari recehan buat kembalian. Sebenarnya disarankan pakai kartu aja supaya lebih cepat, kalau pakai QRIS lebih makan waktu. Tapi saya pun kalau bareng anak-anak, bayarnya pakai kartu dan QRIS. 

Serunya Naik ‘Tayo’ Keliling Kota

Anak-anak yang antusias akan naik bus sudah mulai berdatangan di titik kumpul, GOR Ngurah Rai Denpasar. Area GOR Ngurah Rai ini menjadi terminal terakhir untuk beberapa rute bus. Areanya pun cukup luas, jadi tidak mengganggu keluar/masuknya bus.

Setelah anak-anak berkumpul, seperti biasa pemanasan terlebih dahulu dengan aktivitas pagi seperti saat di sekolah: berdoa, membaca ikrar siswa RA, membaca asma’ul husna, dan gerak/lagu lainnya. Sebagian orang tua menemani anak-anak sampai mereka naik bus, sebagian yang lain izin untuk pulang terlebih dahulu. Kami pun izin dulu karena Ayah baru pulang kerja langsung mengantar Kakak S, belum istirahat.

Rute yang diambil adalah GOR Ngurah Rai – Bandara I Gusti Ngurah Rai. Rute ini cukup jauh sehingga jarak tempuhnya cukup lama, kurang lebih 45 menit sekali jalan, belum termasuk jika ada kemacetan di beberapa ruas jalan.

Oh ya, untuk antisipasi ada anak yang muntah karena tidak terbiasa naik bus, masing-masing anak telah membawa pakaian ganti sesuai instruksi dari bunda kelas. Meskipun Kakak S sudah biasa naik bus termasuk jarak jauh saat mudik ke Jawa, tetap ada rasa was-was, maka kami tak henti berdoa agar kegiatan berjalan lancer, anak-anak senang, tak ada yang sakit. 

“Bunda, aku lebih suka naik bus sama teman-teman, soalnya di jalan nyanyi terus,” kata Kakak S sepulang outing.

Biasanya kalau naik bus heboh lihat kanan/kiri jalan, kali ini pasti lebih heboh lagi karena nyanyi bareng teman sekelas sepanjang jalan. Kalau begini, gurunya yang rempong, ya! 1,5 jam nyanyi dan nyemangatin anak-anak. MasyaAllah…

Alhamdulillah, selain mendapat pengalaman naik angkutan umum, anak-anak juga melihat langsung orang-orang yang sehari-hari menggunakan bus untuk pulang/pergi bekerja atau ke tempat lain. Meskipun rute Bus Trans Metro Dewata masih terbatas dan belum ada feeder yang menjangkau permukiman, keberadaannya cukup membantu memudahkan pengguna transportasi umum. 

Ay/Bun ada yang pernah mencoba naik ‘Bus Tayo’ Trans Metro Dewata juga? Bagaimana pengalamannya? Yuk, silakan berbagi di kolom komentar.

Semoga bermanfaat, 

Salam,  

Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner