Wisata Edukasi ke Bali Zoo, Anak TK Belajar Langsung Tema Binatang

Daftar Isi
Anak TK belajar tema binatang ke kebun binatang Bali zoo


Assalamualaikum, Ay/Bun.

Semoga tidak bosan untuk membaca cerita outing class anak-anak. Kali ini, di tema Binatang, Kakak S yang duduk di PAUD TK B mengikuti outing class, wisata edukasi ke Bali Zoo. Kegiatan ini tentunya sebagai sarana pembelajaran langsung anak TK tema binatang.

Di kebun binatang, anak-anak bisa belajar, melihat langsung wujud dan perilaku berbagai macam satwa yang sebagian besar tidak ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Kebayang dong, bagaimana hebohnya anak-anak ketika rencana ke Bali Zoo disampaikan ke mereka. Setiap hari, bahkan setiap saat, selalu bertanya "kurang berapa hari lagi kita mau ke Bali Zoo?" "Nanti siapa yang nganterin aku ke sana kalau Ayah kerja?" "Nanti aku dibawain bekal apa?" dan seabrek pertanyaan penasaran khas anak TK_yang meskipun sudah dijelaskan berkali-kali sampai berbusa, bakal ditanyain lagi.

Grup mama-mama wali murid tak kalah ramai, menyiapkan ini-itu supaya gayeng saat ngumpul. Maklum, jarang-jarang bisa ngumpul full team, jadi harus dimanfaatkan sebaik-baiknya saat banyak yang bisa hadir.

Keseruan Berangkat Menuju Bali Zoo

Anak-anak berangkat menuju Bali Zoo dari sekolah. Sesuai aturan dari sekolah, anak-anak hanya diantar pada jam yang ditentukan. Perlengkapan yang wajib dibawa anak-anak pun sudah dipersiapkan sedemikian rupa.

Orang tua pendamping yang mengikuti bisa memesan kursi angkutan yang disediakan sekolah untuk pulang pergi, juga dipersilakan jika menggunakan kendaraan sendiri.

Ayah jauh-jauh hari sudah wanti-wanti, mau ikut asal motoran saja. Yasudah, akhirnya bunda mengalah, meski awalnya ingin me time bareng mama-mama, ninggalin Adik N di rumah bareng Kakak H dan Ayah. Jadilah wisata keluarga dadakan, "numpang" di acara sekolah, mumpung dapat tiket harga kolektif, dan mumpung Ayah sedang ada waktu.

Pagi-pagi Bunda sudah rempong nyiapin ini-itu dan bagi tugas dengan Ayah. Ayah pun antar Kakak S ke sekolah, lalu nyiapin motor. Drama dimulai. Jrengjreng

Ayah mau pasang box supaya bisa nampung barang-barang, ternyata bautnya dibuat mainan Adik N dan masuk ke sela-sela motor, tidak bisa diambil. Alhasil kelimpungan dan bongkar ulang. Untunglah tiba-tiba teringat punya baut yang lain. Bismillah, jadi deh berangkat tapi molor dari rencana.

Grup kelas sudah ramai, ternyata anak-anak sudah cukup jauh di depan. Kami yang awalnya santai jadi berusaha mengejar supaya tidak tertinggal terlalu jauh. Mama-mama yang lain juga selalu update posisi. Alhamdulillah, sampai lokasi berbarengan dengan bemo (angkutan) terakhir yang sedang mencari tempat parkir.

Anak-anak sudah berkumpul di halaman Bali Zoo. Para bunda sudah sibuk mengatur anak-anak dan menyiapkan segala macam. Tak lama setelah gelang tiket masuk dibagikan, anak-anak pun masuk bergantian sesuai kelas masing-masing dan didampingi wali kelasnya.

Sesuai arahan, orang tua hanya memantau dari jauh, tidak mengiringi rombongan anak-anak secara langsung.

Biasanya kalau ada orang tuanya, anak-anak jadi aleman, kan. Makanya dibiarkan bersama bunda sekolah saja supaya tidak makin banyak drama.

Keliling Kampung Sumatra

Anak-anak menuju Kampung Sumatra, awalnya saya pikir orang tua bakal memilih keliling Bali Zoo dulu, tapi hampir semuanya mengikuti rute sekolah. Orang sebanyak itu tumplek-blek di halte shuttle bus yang tak seberapa luas. Hm.. luar biasa panas dan riuh.

Antrean mengular, sementara hanya tersedia 2 armada shuttle bus di Bali Zoo. Perjalanan menuju Kampung Sumatra yang sebenarnya tak seberapa jauh, jadi lama karena antre shuttle bus.

Alangkah lebih baiknya jika pihak Bali Zoo menyediakan armada tambahan khususnya saat akhir pekan, peak season, atau sedang ada kunjungan kolektif seperti outing wisata edukasi untuk pembelajaran langsung anak TK seperti ini.

Mereka berkeliling dan melihat berbagai jenis satwa yang ada di Bali Zoo khususnya di Kampung Sumatra. Beruang Madu, Harimau, Orang Utan, Owa, Gajah, Kuda Pony, dll.

Anak-anak bisa mengamati perilaku satwa tersebut, melihat dan berinteraksi secara langsung (khususnya untuk satwa seperti rusa, gajah, dan kuda), bahkan bisa melakukan simulasi suara hewan yang disediakan di beberapa kandang.

Rombongan kami_mama-mama wali murid kelas S_ sudah tertinggal cukup jauh dari anak-anak. Akhirnya kami memilih untuk naik ke rooftop, mencoba selfie di jembatan kaca. Tak ada yang bernyali untuk turun ke jembatan kaca. Hihi. Nggak mau ambil risiko bahaya. Good job, Mama! Kami pun hanya mengambil foto bersama di depan pintu lift.

Dari atas, terlihat rombongan anak-anak sedang berada di area Gajah.

Begitu turun, rupanya bertemu dengan si Kecil N yang tengah mencari Bundanya. Akhirnya, kami terpisah dari rombongan mama-mama kelas. Kakak H juga sudah kepanasan dan capek jalan, meskipun masih penasaran dengan isi Kampung Sumatra.

Tak berapa lama setelah melihat Gajah dan Kuda Pony serta Owa, si Kecil makin rewel dan si Kakak pun sudah tak sabar untuk keliling Bonbin mau lihat lemur lagi.

Rombongan yang lain melihat harimau, kami melipir ke halte di mana sudah ada 1 shuttle bus siap. Eh, si Kakak dan Ayah pengen naik yang ada lantai atasnya. Alhasil nunggu dulu di antrean. Nunggu 5 menit, belum datang juga, nggak lama tahu-tahu rombongan anak TK-nya S berbondong-bondong datang.

Begitu shuttle bus datang, anak-anak TK langsung dikoordinir untuk naik. Mohon maaf, ini si Kecil juga sudah kepanasan, jadi kami pun tetap naik karena sudah cukup lama antre. Ngalahin nggak duduk di kursi, jongkok di pinggiran lantai atas bus sambil jagain N. Dia malu-malu kucing duduk di sebelah kakak TK.

Keliling Bali Zoo Berdua Kakak H

Sampai di halte lagi, kami istirahat sambil menunggu rombongan anak TK dan arahan dari bundanya_sambil ngawasin N yang mulai ngambul lagi karena dilarang minus es banyak-banyak.

Rencana awal, setelah S bareng kami, agendanya adalah keliling lihat binatang lainnya. Eh, Kakak S gantian yang ngambul kepanasan dan capek, nggak mau jalan lagi. Makin cemberut ketika dilarang langsung berenang, karena habis kepanasan dan waktunya tidak cukup.

Si Kakak tetap kekeuh mau keliling lagi. Masih adu argumen apalagi sudah nyiapin baju ganti lengkap, akhirnya Ayah mengajak mereka berdua ke kolam renang, bukan buat renang tapi nonton anak-anak renang sambil ngadem.

Akhirnya batal bareng-bareng. Bunda dan Kakak H keliling lagi. Meski singkat, buru-buru, dan ala kadarnya, kami menyiapkan 'oleh-oleh' untuk Kakak S dan Adik N, berupa foto dan video binatang-binatang yang ada di Bali Zoo. Tak semuanya bisa kami abadikan, minimal ada beberapa yang bisa dikenali dan terlihat jelas lewat gambar/video. Dari awal mau memperlihatkan burung unta, sayang kami sudah tidak sanggup lagi untuk ke kandang zebra, singa, dan burung unta. Apalagi sudah pukul 12, kami harus segera berkumpul ke mushala sebelum rombongan anak-anak kembali ke sekolah.

Well, kegiatan seperti sangat bermanfaat untuk anak-anak. Selain belajar secara langsung mengenal berbagai satwa lokal dan satwa dari negara lain, anak-anak juga belajar untuk mandiri.

Pastinya akan jadi kenangan indah masa kanak-kanak, pergi berwisata bersama teman-teman sekolah dan didampingi keluarga. MasyaAllah.

Kebayang dong, Ay/Bun. Betapa repotnya Bunda-bunda guru yang mendampingi anak-anak. Rata-rata hanya didampingi 1 orang guru untuk kurang lebih 15 orang. MasyaAllah.

Semoga lelahmu menjadi pahala seluas samudera, Bun. Berkah, dan menjadi amal jariyah.

Semoga kesabaran Bunda-bunda berbuah manis kelak, seiring tumbuhnya anak-anak hebat itu. Hanya Allah yang mampu membalas, ya Bun.

Kami hanya bisa berterima kasih, dan memohon maaf atas segala kerepotan yang terjadi.

 

Semoga bermanfaat,

Salam,

Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner