Melahirkan tanpa Khawatir Rasa Sakit

melahirkan tanpa khawatir rasa sakit

Rasa Sakit saat Melahirkan Adalah Hal Alami

Tren yang berkembang di masyarakat adalah banyak ibu yang menginginkan persalinan TANPA RASA SAKIT. Banyak metode persalinan yang menawarkan hal ini dan diburu oleh kaum ibu. Namun sebaiknya sebelum memutuskan untuk mengikuti salah satunya, kita terlebih dahulu mempelajari seluk-beluknya.

Saya tertarik dengan PERSALINAN MARYAM yang dipopulerkan oleh Bidan Mugi Rahayu. Saya tahu istilah ini sejak menjelang persalinan anak pertama. Namun saat itu belum tertarik, saya lebih memilih metode persalinan lain yang saya pelajari dari buku_meskipun akhirnya tidak dipraktikkan karena berujung harus menjalani bedah sectio.

Persalinan anak kedua, saya merasakan tahapan-tahapan persalinan mulai dari kontraksi awal, ketuban pecah, kontraksi yang semakin meningkat, hingga bukaan lengkap dan bayi lahir. 

fase rasa yang dialami selama kehamilan dan persalinan

tahapan stres yang dialami oleh ibu hamil

Menurut Bidan Mugi dalam webinar “Kiat Sukses Bersalin Normal tanpa Mengkhawatirkan Rasa Sakit”, setiap persalinan akan melewati 4 fase (kala) mulai dari fase laten saat permulaan kontraksi, hingga kala 4 pasca persalinan. Masing-masing harus dihadapi dengan rasa sakit yang berbeda. 

Tak hanya rasa sakit, ibu juga umumnya mengalami rasa takut, khawatir, malu (karena mau tak mau harus terbuka auratnya di hadapan orang lain), tidak sabar ingin segera lepas dan berakhir rasa sakitnya, juga lelah dan lemas terutama setelah melalui proses persalinan. 

Rasa sakit ini alami, fitrah yang pasti dilalui oleh seorang perempuan yang hamil dan melahirkan. Maka, tugas kita hanyalah untuk berbaik sangka kepada Allah. Jika Dia berkehendak, maka jadilah. 

“RASA SAKIT itu BUKAN untuk DIKHAWATIRKAN, namun untuk DISYUKURI.” (Bidan Mugi Rahayu)

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Q.S Al-Hujurat: 12)”

Latar Belakang Persalinan Maryam

Panduannya adalah Al-Qur’an yang Sempurna

rujukan persalinan maryam
Sumber rujukan Persalinan Maryam

Al-Qur’an adalah panduan bagi umat islam. Di dalamnya lengkap berisi pedoman yang lengkap dan komprehensif. Di sana juga berbagai kisah sarat hikmah dipaparkan supaya umat manusia mengambil pelajaran. Salah satunya adalah kisah Maryam.

Dari sinilah Bidan Mugi selalu menjadikan AL-Qur’an sebagai panduan dalam mengambil tindakan membantu persalinan. Masalah apapun yang beliau hadapi, selalu dikembalikan kepada Allah dan berpedoman pada Al-Qur’an. 

Tak hanya sekali-dua kali beliau menghadapi masalah pelik dalam persalinan. Namun selalu beliau jalani dengan keyakinan akan pertolongan Allah. Berdzikir selama menolong persalinan, bersedekah, dll. 

Indonesia Negara dengan Muslim Terbesar

Belajar dari kisah Maryam
Persalinan Maryam untuk kebaikan semua

Menurut Bidan Mugi, mayoritas muslim di Indonesia ini adalah peluangnya untuk beramal, ladangnya untuk saling mengingatkan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. 

Persalinan itu Fisiologis 

Maryam di dikisahkan menjalani proses persalinan alami tanpa intervensi. Tidak melalui proses induksi, episiotomi, sesar, dll. Beliau bahkan melahirkan sendirian di tengah kebun kurma. 

Dari pelajaran ini, artinya setiap perempuan juga secara alami bisa melakukan hal yang sama. Hanya saja, tak bisa dipungkiri seringkali terjadi penyulit atau hal lain yang tidak diinginkan. Akhirnya provider persalinan pun melakukan intervensi medis jika kondisinya darurat. Sehingga, kita boleh saja berencana yang terbaik dan ideal, tetapi hasilnya kembali diserahkan kepada Allah.

Tips Bersalin tanpa Khawatir Rasa Sakit

Mempersiapkan diri sejak sebelum Kehamilan

Umumnya, setiap pasangan menikah menginginkan adanya keturunan. Namun tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang diinginkan sesegera mungkin. Allah selalu punya rencana dan timing yang pas bagi Hamba-Nya. Jadi, bagi yang belum dikaruniai buah hati, Bidan Mugi juga memberikan beberapa saran dan tips yang bisa dilakukan. Tak hanya berkaitan dengan fisik dan pola makan, tetapi juga mental, ilmu, dan spiritual yang harus disiapkan oleh calon ibu. 

ketika belum diberi momongan

Menjalani Persalinan dengan Bahagia dan Asupan Nutrisi yang Baik

Tips Persalinan Maryam bagi ibu hamil


Persiapkan dengan Matang Rencana Persalinan

merencanakan persalinan

Menjalani Persalinan dengan Berdaya dan “Sadar”

persalinan berdaya

Memperhatikan Nutrisi dan Psikologis Pasca Persalinan 

tips pasca persalinan

tips di masa nifas

Meningkatkan Ibadah dan Memperbaiki Pola Hidup Sehat 

contoh amalan ibu hamil
Contoh lembar evaluasi ibadah dan kegiatan harian ibu hamil


Masya Allah, selama Bidan Mugi menyampaikan materi, berkali-kali saya bergetar, terharu, dan menahan air mata. Mendengar pengalaman dan nasihat beliau selama menolong persalinan menjadi semakin yakin akan kuasa dan pertolongan Allah. 

Benar sekali yang beliau katakan, rasa sakit saat persalinan adalah hal normal dan alami yang akan dialami oleh perempuan. Tak perlu khawatir, hanya siapkan diri sebaik mungkin dan selalu berbaik sangka kepada Allah. Jangan lupa untuk senantiasa berpikir positif dan memohon pertolonganNya.  

Terima kasih, Ibu Bidan Mugi Rahayu yang sudah memberikan semangat kepada para ibu hamil. Terima kasih juga kepada @bidanvitacare.id sebagai penyelenggara webinar. Kami tunggu sharing ilmu selanjutnya. 

Ayah/Bunda juga bisa menyimak rekaman webinar ini di akun IG @bidanvitacare.id

Semoga bermanfaat, 

Salam, 

Tidak ada komentar untuk " Melahirkan tanpa Khawatir Rasa Sakit"