3 Cara Self Healing Sederhana

Daftar Isi
3 Cara Self Healing Sederhana

Assalamu’alaikum, Ayah Bunda dan calon orang tua.

Setiap orang pasti pernah mengalami trauma atau hal-hal menyakitkan di masa lalu yang belum terselesesaikan hingga hari ini. Beruntunglah mereka yang bisa mengenali gejala-gejala penyakit mental yang diderita lantas segera melakukan treatment. Sayangnya, masalah kesehatan mental ini masih belum menjadi perhatian semua orang. Banyak orang yang membutuhkan dukungan dari sekitarnya justru mendapat perlakuan sebaliknya dan menjadikannya makin terpuruk. Akhirnya ia menyimpan deritanya sendiri, yang jika parah bisa menjadi seperti bom waktu.

Pastinya kita tak ingin mengalami hal tersebut, bukan? Trauma, stres, dan berbagai masalah yang menumpuk dan mengakibatkan hidup kita tidak sehat. Terlebih lagi, orang tua yang belum tuntas dengan masalah dirinya sendiri sangat berpotensi untuk menurunkan masalah tersebut ke anak-anaknya sehingga mereka punbisa mengalami kejadian yang sama.

Secara sederhana, kita bisa melakukan mekanisme penyembuhan diri atau self healing. Self healing adalah sebuah proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin. Metode ini dilakukan saat seseorang menyimpan luka batin yang mengganggu emosinya. Self healing berguna untuk menyelesaikan unfinished bussines yang berakibat pada kelelahan emosi seseorang. (sumber: pijarspikologi).

Inilah 3 Cara Penyembuhan Luka Batin yang Sederhana dan Bisa Dilakukan oleh Setiap Orang:

1. Membaca Alquran dan Berdzikir

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra'du: 28)”

Sebagaimana firman Allah di atas, ketika seorang muslim mengalami kegalauan hati, tidak tenang karena ada luka yang mendalam di dalam hati, solusinya adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Cara menyembuhkan luka batin ini dengan banyak bedzikir. Dzikir sendiri bisa diartikan sebagai menyebut Asma Allah, (membaca) Alqur’an, dan mendirikan shalat.

Salah satu hal yang baru saya pelajari akhir-akhir ini adalah quran journaling.  Membuat jurnal ayat Alquran dengan memahami kandungan di dalam ayatnya (mentadabburi) lalu membandingkan dengan kondisi real kita saat ini akan membuat kita menyadari betapa setiap masalah yang kita lalui itu adalah cara Allah untuk menggembleng diri. Setiap penyakit ada obatnya, termasuk penyakit hati. obatnya adalah dengan berdzikir.

 

2. Menulis Ekspresif

“MENULIS adalah caraku BERBAGI,

‘mengobati diri sendiri’, belajar mengerti dan memahami” (Arina Mabruroh)

Konon buku dan film fenomenal Ainun Habibie merupakan obat mujarab bagi depresi yang dialami Bapak BJ Habibie sepeninggal istri tercintanya. Tim dokterlah yang menawarkannya untuk terapi dengan obat atau dengan menulis, dan beliau memilih opsi kedua untuk self healing.

Pun dengan saya, meski taraf dan himpitan hidup tak sama dengan beliau, seringkali saya menuliskan sesuatu yang sebenarnya adalah cara saya untuk mengobati diri sendiri, mengobati luka hati dan mencurahkan isi hati agar beban di dada sedikit berkurang. Karena saya melakukan apa yang saya sukai.

Proses menulis ekspresif ini adalah menulis untuk mencurahkan perasaan dan emosi dengan menggunakan imajinasi. Apapun yang mengganjal di hati, yang ada di kepala, segala perasaan yang menghimpit, keinginan yang belum tercapai, atau masalah apapun bisa dituliskan tanpa memedulikan bagaimana hasil tulisannya nanti. Cara ini akan membuat hati dan pikiran terasa ‘plong’

 

self healing dengan mewarnai

3. Mewarnai

Aktivitas mewarnai tak hanya untuk anak-anak, orang dewasa pun bisa melakukan kegiatan mengasyikkan ini. Bonusnya, mendapat ketenangan dan kepuasan setelah melihat hasil mewarnainya. Mewarnai termasuk ke dalam terapi seni. Saat memilih warna, juga berkutat dengan pekerjaan menggoreskan warna ke dalam sketsa akan membuat otak lebih santai. Otak pun akan mengirimkan sinyal yang sama ke seluruh tubuh. Hasilnya, setelah selesai mewarnai akan terasa lebih rileks dan ringan.

Bisa jadi setiap orang punya cara yang berbeda untuk menyembuhkan diri sendiri dan mengelola stresnya. Ketiga cara tersebut adalah cara yang sudah saya buktikan sendiri dan cukup membantu untuk meringankan hati. Meskipun setiap masalah yang ada harus dihadapi dan pastinya akan menguras energi.

Semoga dengan masalah apapun yang dihadapi, kita tidak pernah lupa bahwa semuanya adalah atas kehendak Allah, atas campur tangan-Nya. Dan Dia tidak akan memberikan ujian yang tak sesuai dengan kemampuan seseorang. ketika terasa masalah itu begitu berat, ada luka yang mendalam, adalah peringatan untuk semakin mendekat pada-Nya. Allahua’lam bish-shawab.

Semoga bermanfaat.


Posting Komentar

Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Link Banner Intellifluence Logo Link Banner