Anakku ADHD?

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.
“Si Kakak aktif sekali, ya! Hiperaktif deh kayaknya!” celutuk seorang ibu sekonyong-konyong di hadapan saya. Si ibu yang saya pikir seorang generasi milenial dimana akses untuk mendapatkan berbagai informasi sedemikian mudah, namun ternyata sedemikian mudahnya memberikan stigma ‘hiperakif’ terhadap anak-anak yang memiliki energi berlebih.
Waktu itu saya baper, karena sebelumnya pernah mendapatkan penjelasan bahwa anak hiperaktif/ADHD ditegakkan berdasarkan diagnosa ahli, tidak sekadar pengamatan sekilas apalagi dari orang awam.
“Apa keluhannya, Ibu?” tanya seorang ibu psikolog saat saya memiliki kesempatan berkonsultasi dalam sebuah acara.
“Anak saya terlalu aktif, Bu.”
“Dari tadi keluhan ibu-ibu semuanya sama, anaknya aktif!” seloroh ibu psikolog itu sembari tertawa renyah.
“Hm... takut anaknya hiperaktif ya, Bu?” lanjut beliau yang saya tanggapi dengan anggukan malu-malu.
“Coba, kita lihat mana anaknya, Bu?”
Saya pun menunjuk si Kakak yang waktu itu tengah asyik bermain bersama teman sebayanya.
“Oh, baik, anak yang berjilbab itu ya, Bu. Mari kita hitung bersama, seberapa lama si Kakak bisa diam dalam satu aktivitas. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam,... “ beliau menghitung hingga lebih dari 10 detik dan si kakak masih dalam posisi yang sama.
“Lihat, Bu. Si Kakak tidak hiperaktif, hanya mungkin lebih aktif dibanding anak kebanyakan.”
“Oh, begitu, saya sempat takut jika anak saya ADHD, Bu.”
“Bukan, hanya saja perlu waspada terkait asupan makanannya.”
“Oh, apa yang harus menjadi perhatian utama, Bu? Tanya saya kembali.
“Perhatikan asupan gula, ya Bu. Baik itu lewat makanan maupun susu yang dia minum.”
“Baik, Bu. Selama ini masih wajar menurut saya, karena minum susu juga saya batasi jumlahnya.”
“Coba diteliti lagi ya. Bisa jadi dari biskuit yang dimakan, masih ditambah camilan lain, susu, atau makanan lainnya.”
Setelah itu saya pamit dan merunut kembali kebiasaan makan dan minum si Kakak. Sepertinya benar, asupan gulanya melebihi seharusnya. Biasanya pagi-pagi si Kakak nyemil biskuit sebelum makan, lalu makan, tak lama kemudian minum susu, makan camilan/buah. Biasanya minum susu UHT saya batasi maksimal 2 kotak susu UHT ukuran kecil. Namun kadang tanpa sepengetahuan kami, dia ambil sendiri susu UHT dari persediaan. Hm... inilah yang jadi masalah. Akhirnya, susu UHT kami sembunyikan di tempat yang tidak terjangkau.
 
Membawa bekal susu UHT Kids full cream saat bermain di taman

Susu Indomilk UHT Kids Full Cream, Temani Aktivitas Outdoor si Kakak

Dulu menjelang disapih, saya mulai mengenalkan susu UHT untuk si Kakak. Pertama kali yang saya kenalkan adalah susu UHT full cream. Berbagai merk susu UHT saya coba untuk mengetes reaksi si kakak dan mana yang paling dia sukai. Rupanya, dari beberapa merk susu UHT dia lebih memilih varian rasa tertentu. Jika saya berikan susu UHT full cream, hanya dicoba sedikit, maksimal setengah kotak. Kadang saya simpan kembali di kulkas sehingga bisa dihabiskan sebelum 24 jam. Dan saya pun hanya menyediakan susu UHT full cream, dengan sesekali diselingi rasa vanilla.
Namun suatu saat dalam sebuah acara si Kakak mendapat hadiah susu UHT rasa coklat.
“Bunda, yang ini enak. Nggak kaya yang dibelikan Bunda. Besok mau yang ini aja,” begitu kurang lebih dia protes. Sejak saat itu susu UHT full cream maupun vanilla selalu ditolaknya.
Saya ingat penjelasan dari ibu psikolog tentang membatasi asupan gula, saya pun berusaha konsisten untuk membatasi susunya dan terus mencoba agar si kakak mau meminum varian full cream.
Oia, karena motorik kasarnya berkembang pesat, si Kakak senang sekali beraktivitas di luar ruangan. Lihatlah kulitnya yang makin gelap karena sering terpapar matahari. Biarlah, saya ingin dia mendapatkan masa kecil terutama di masa golden age-nya dengan gemilang dan menjadi anak yang tumbuh kembangnya optimal serta bahagia.
Selain bermain di sekolahnya, setiap ayah libur atau masuk kerja malam, si Kakak selalu meminta untuk bermain ke taman atau lapangan kota yang tak jauh dari rumah. Kami selalu menjadikan momen tersebut untuk quality time keluarga. Maklum, jarang bisa bermain bersama di sore hari karena jadwal kerja ayah yang menggunakan sistem shift.

Asyik main kejar-kejaran bersama Ayah

Main perosotan dan kejar-kejaran adalah hobinya. Biasanya, saya menunggu di tempat duduk sambil menjaga barang dan bermain dengan Baby Salsa. Sedangkan Kakak bermain bersama ayah di arena permainan anak atau main kejar-kejaran di sekitar lapangan.
Setiap bermain di lapangan/taman, kami membawa bekal dari rumah supaya si Kakak tidak jajan sembarangan dan kami tetap bisa mengontrol asupannya. Bekal yang selalu kami bawa adalah air putih, Susu UHT, dan snack.

Minum Susu Indomilk UHT Kids full cream bersama Bunda

Kali ini kami membawa bekal cukup banyak karena permintaan ayah. Saya menyiapkan susu Indomilk UHT Kids Full Cream untuk Kakak, membawa air putih dalam botol untuk Ayah/Bunda dan anak-anak, lemon infused water untuk Ayah/Bunda, roti dan strawberry untuk bersama, biskuit bayi untuk Adik Salsa, dan snack cokelat untuk Ayah/Bunda.  
Alhamdulillah kali ini Kakak mulai kembali mau minum susu UHT full cream, semoga sedikit demi sedikit kembali beralih minum susu ini dan meninggalkan susu rasa coklat/strawberry. Bolehlah sesekali minum varian rasa yang lain untuk rekreasi lidah.

Bersama Adik Salsa

Mengapa Harus Susu UHT Setelah ASI?

Dulu saya bertanya-tanya, pentingkah minum susu selepas ASI? Dan jawaban yang saya peroleh beragam, mulai dari yang menjawab penting sampai katanya tidak penting. Namun saya menyimpulkan bahwa susu memiliki kandungan gizi yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan tubuh sehingga cukup penting untuk dikonsumsi. Porsi terbesar asupan nutrisi memang dari makanan padat, sehingga saya harus sangat memperhatikan hal tersebut. Susu berperan memberikan gizi tambahan terutama untuk zat-zat yang belum tercukupi dari makanan.
Saya memutuskan memberikan susu UHT kepada anak selepas disapih dari ASI karena kualitas susu UHT yang terbilang cukup baik. Hal ini juga didukung dengan informasi yang saya dapatkan tentang tingkatan kualitas susu.
Seperti yang dilansir di laman detikhealth, ada 4 tingkatan susu terbaik, yaitu:
1. ASI alias air susu ibu yang merupakan minuman terbaik untuk bayi. ASI memiliki kandungan gizi yang kompleks dan sangat ideal untuk bayi.
2. Susu murni pasteurisasi, karena proses pasteurisasi yang sangat cepat membuat zat gizi yang rusak lebih sedikit atau minimum, serta komposisinya sangat dekat dengan susu yang diproduksi oleh sapi.
3. Susu UHT (Ultra High Temperature), susu UHT ini tidak memiliki pengawet tapi ia mampu bertahan di suhu ruang. Susu UHT diawetkan dengan cara memanaskannya dalam suhu tinggi selama beberapa detik sehingga bakteri di dalam susu mati namun gizi yang terkandung tetap terjaga.
4. Susu bubuk, susu yang telah diubah bentuknya menjadi bubuk. Susu bubuk mengalami proses fortifikasi yang perlu dilakukan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang hilang akibat proses pengeringan. Susu bubuk ini sebaiknya hanya dikonsumsi apabila susu segar tidak dapat ditemukan.
Berdasarkan tingkatan susu tersebut, saya memilih susu UHT karena lebih mudah didapatkan. Kakak dan kami di rumah kurang suka dengan aroma susu murni/pasteurisasi. Kami pikir, daripada tidak minum susu sama sekali, sebaiknya memilih susu di tingkatan bawahnya, terlebih kami juga kesulitan mendapatkan susu pasteurisasi.
Selain itu, susu UHT juga lebih praktis dibanding susu bubuk, tak perlu menyiapkan botol dan air panas terutama saat bepergian atau beraktivitas di luar.
 
Susu Indomilk UHT Kids Full Cream dengan berbagai keunggulannya

Keunggulan Susu Indomilk UHT Kids Full Cream  

Ayah Bunda sudah tahu kan, jika Indomilk UHT Kids juga memiliki varian full cream? Ini merupakan varian rasa baru dari indomilk UHT Kids 115ml. Simak keunggulannya, yuk!

1. Nutrisinya lengkap
Indomilk UHT Kids Full Cream cocok untuk diberikan kepada anak mulai usia 1 tahun karena nutrisinya yang lengkap, mengandung tinggi kalsium, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh.
Nutrisi yang komplit di dalam susu Indomilk UHT Kids Full Cream sangat bermanfaat dan melengkapi asupan nutrisi melalui makanan padat. Dengan begitu, anak bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal, aktif dan sehat.

2. Tanpa tambahan gula dan garam
Indomilk UHT Kids Full Cream dibuat tanpa tambahan gula dan garam. Bagian ini yang paling penting tentunya. Apalagi jika Ayah Bunda memiliki anak yang ‘kelebihan energi’ seperti si Kakak yang disinyalir karena kelebihan asupan gula. Selain itu, konsumsi gula dan garam berlebih akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan ginjalnya di kemudian hari. Pertumbuhan gigi juga bisa terganggu, dan bisa mengakibatkan obesitas. 
Nah, saya sempat mencobanya, loh Ayah-Bunda, sekadar untuk ngetes apakah rasanya cocok di lidah dan hidung atau tidak. Maksudnya, jika saya merasakan ada aroma susu sapi yang kuat, pasti si Kakak tidak akan mau. Setelah saya coba, rasanya seperti susu sapi murni namun aroma susu sapinya tidak terlalu terasa sehingga si Kakak mau minum susu Indomilk UHT Kids Full Cream.

3. Kemasan Tetrapack yang ramah lingkungan dan Praktis dibawa
Kemasan Tetrapack adalah kemasan yang terbuat dari Karton, Polyethylene, aluminium. Digunakan sebagai kemasan minuman yang menggantikan peran kaleng. Kemasan tetrapack terdiri dari 3 lapisan, yaitu 74 % lapisan karton, 21 % lapisan polyethylene dan 5 % alumunium.
Kemasan ini cocok digunakan untuk kemasan minuman, aman dan lebih ramah lingkungan dibanding kemasan plastik atau kaleng. 
Selain itu, menurut saya ukuran susu Indomilk UHT Kids Full Cream ini juga mudah dibawa kemana-mana, karena cukup kecil yaitu 115 ml. Dengan ukuran kotaknya yang kecil, Ayah/Bunda bisa menyelipkan susunya ke dalam tas bekal saat bepergian. Anak pun sangat mudah menggenggam karena ukurannya yang sesuai dengan ukuran tangan anak-anak.  Untuk mendapatkan varian rasa ini juga sangat mudah karena tersedia di minimarket/supermarket terdekat.

Anak aktif dan sehat membuat ayah bunda bahagia
Jika anak sehat, aktif, dan ceria pasti Ayah-Bunda juga akan lebih bahagia menemani tumbuh kembangnya.
Oiya, ada lomba blog susu #IndomilkUHTKidsFullCream #AktifItuSehat, loh Ayah-Bunda. Jika tertarik untuk mengikuti, bisa mendapatkan informasinya melalui laman ini.
Terima kasih,
Semoga bermanfaat,
Salam,