Tanggal 26 November, tepat sebulan usia si Bayik Hafidzah Kurnia Salsabila (Salsa). Alhamdulillah, sehat dan ASInya lancar. Berat badannya sudah naik signifikan dari berat badan saat lahir 😍.

Sesuai jadwal, minimal usia bayi 4 pekan adalah jadwal imunisasi BCG. Saya pun bermaksud melakukan imunisasi untuk Salsa di puskesmas Tlogosari Kulon. Puskesmas ini paling dekat dari rumah dan fasilitasnya lengkap. 

Saya pun mencari info seputar jadwal imunisasi BCG, karena vaksin BCG harus dilakukan secara bersamaan dengan bayi lain. Kalau tidak salah karena dosis di kemasan vaksinnya yang tanggung jika hanya dipakai untuk 1 anak, sayang sisanya. Jadinya khusus untuk vaksinasi BCG dijadwalkan setiap hari Selasa. Nggak harus benar-benar bersamaan jam-nya sih, hanya bersamaan harinya saja.

Kebetulan hari Selasa adalah jadwal sekolah Paud Kakak Hasna. Pagi tadi setelah mengantar kakak sekolah, saya pun bersiap untuk segera ke puskesmas. Niatnya begitu mengantar langsung berangkat, tapi drama pagi-pagi selalu sama setiap hari. Hehehe.

Pukul 8 baru bisa keluar, alhasil puskesmas sudah ramai. Pasien yang akan berobat sudah memenuhi kursi di ruang pendaftaran. Setelah mengambil nomor antrian dan menyerahkan kartu berobat, saya pun mencari kursi yang masih kosong, menunggu panggilan dari petugas. Fyuuh.. Antre-nya cukup lama nih, untung si Kecil anteng tidur di gendongan. 

Sekitar 20 menit saya dipanggil, eh maksudnya nama kelala keluarga yang tertera di kartu berobat. Si bapak yang bawaannya kurang ramah menanyakan perihal bayi dan tujuan datang ke puskesmas. Urusan administrasi pendaftaran selesai, saya menuju ruang KIA di gedung paling pojok.

Di sana sudah berjejer ibu hamil dan ibu yang membawa bayinya baik untuk periksa maupun imunisasi.

Ruang tunggu di depan KIA adalah ruang terbuka yang langsung menghadap halaman puskesmas, sehingga terasa segar. Cukup mengurangi rasa gerah udara di Semarang.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dipanggil juga. Seperti biasa, bayi ditimbang dan diukur panjang badan serta lingkar kepala. Tak lupa dicek suhu tubuhnya untuk memastikan bayi tidak dalam kondisi demam/sakit.

Saya juga harus mengisi surat pernyataan bahwa saya mengizinkan anak saya diimunisasi. 

Sebelum menyuntikkan vaksin, bidan membedong Salsa dengan kain gendong yang saya bawa masuk ke ruang imunisasi. Hm.. Si ibu sih ga bilang kalau butuh bedong. Saya kan bawa di tas, tapi tasnya saya titipkan ke suami yang menunggu di luar.

Sudah dagdigdug nih pas mau disuntik. Oia, bidan juga meminta saya memegangi kepala Salsa. Duh, saat jarum suntik ditusukkan ke lengan kanannya, sontak Salsa menjerit keras.

Hiks. Biasanya dia tidak menjerit dan menangis sekencang itu. Kepalanya pun tetap bergerak-gerak meski sudah saya pegang dengan kedua tangan.
Untungnya begitu selesai disuntik boleh langsung disusui untuk meredakan tangisnya.

Alhamdulillah, setelah imunisasi juga tidak ada masalah apa-apa. Semoga sehat selalu, ya Nak..

Oia untuk Ayah-Bunda yang akan memvaksin buah hatinya, harus memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Pastikan ananda dalam kondisi sehat. Tidak sedang demam, flu, batuk, dll
2. Pantau jadwal imunisasi ananda lewat buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)/buku pink
3. Perhatikan jadwal imunisasi di puskesmas/rumah sakit. Misalnya untuk vaksinasi BCG dilaksanakan hari Selasa di puskesmas Tlogosari Kulon, atau hari khusus lain yang ditentukan oleh masing-masing puskesmas.
4. Bawalah perlengkapan bayi seperti bedong, agar memudahkan saat suntik

Semoga bermanfaat ya, Ayah Bunda. Semoga ananda selalu diberi kesehatan dan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Salam,