Assalamu'alaikum,  Ayah Bunda.
Ada yang sedang hamil?  Semoga janin di dalam perut bunda sehat selalu ya!  Termasuk Bunda juga semoga sehat dan lancar saat proses persalinan nanti.  Aamiin... 
Alhamdulillah, kehamilan saya saat ini sudah hampir 7 bulan.  Sudah mulai dagdigdug menanti masa persalinan. Saya berharap sekali bisa melahirkan pervaginam setelah si Kecil anak pertama dulu lahir dengan proses operasi caesar (VBAC/Vaginal Birth After Caesarean).
Bulan Ramadhan yang lalu ada petugas surveyor dari puskesmas Tlogosari Kulon Kota Semarang yang menghubungi saya untuk survey ibu hamil. Setelah survey selesai beliau pun mengabarkan akan ada kelas ibu hamil,  tapi waktu itu saya berhalangan hadir. 
Beliau juga mengingatkan untuk test lab ibu hamil di puskesmas, biayanya murah untuk pasien umum dan gratis untuk pasien pengguna BPJS.

Nah,  saya baru menyempatkan waktu untuk ke puskesmas hari ini. Setelah idul fitri memang cukup disibukkan dengan sekolah-nya si Kakak yang mulai tahun ini masuk PAUD. 
Hari Kamis yang lalu,  setelah si Kecil cukup aman untuk ditinggal dan mau dijemput oleh siapa saja (Ayah atau kakek/neneknya) saya pun meluncur ke puskesmas setelah mengantarkannya sekolah. 
Alhamdulillah, masih pagi jadi masih sepi dan belum antre banyak.  Hanya ada beberapa orang yang duduk di kursi pendaftaran.
Setelah mengambil nomor antrian dan menyertakan kartu berobat,  saya menunggu untuk dipanggil. Tak berapa lama nama saya dipanggil,  lalu diminta menunjukkan KTP, kartu BPJS jika ada,  dan keperluan berobat di puskesmas. 
Beres tak sampai 5 menit,  saya diminta untuk menunggu di ruang KIA.
Tetot!  Rupanya sampai di KIA belum ada bidan yang jaga. Sudah ada beberapa pasien yang menunggu di ruang tunggu.  Baiklah, bismillah semoga tidak terlalu lama. 
Alhamdulillah nggak sampai 10 menit pasien mulai dipanggil satu persatu.  Waktu tiba giliran saya,  seperti biasa dimintai data (lagi)  lalu diperiksa kondisi janin.  Then, saya dapat surat rujukan untuk tes darah ke lab dan hasilnya dibawa ke ruang KIA lagi.
Sampai di laboratorium, seneng deh karena yang terdengar dari sana suara murottal. Adeeem! 
Prosesnya cukup cepat sih,  setelah saya serahkan surat rujukan,  petugas meminta saya mengambil sampel urin di toilet.  Kembali ke lab, ada petugas laki - laki yang cukup cerewet supel maksudnya, dan menyuruh saya cuci tangan lau menunggu di bilik untuk diambil sampel darah. Duh.. Ngeri lihat jarum suntik dan alat - alat yang tertata di sana. Apalagi sudah lama banget nggak donor darah.
Lengan kanan atas saya ditahan dengan alat yang seperti sabuk berbahan elastis (namanya apa ya?  Sering lihat tapi nggak tahu nama alatnya). Jarum pun ditusukkan tapi darahnya nggak keluar.  Waduh,  harus dioglek-oglek beberapa saat sampai darah mau keluar.
Tak lama menunggu hasil lab,  saya kembali ke KIA lalu diarahkan untuk konsultasi dengan dokter.  Senang sekali karena beliau ramah dan ngasih solusi yang jelas untuk masalah - masalah saya.
Habis itu masih harus konsultasi ke ahli gizi.  Biasa aja sih, hihi ditanya standar seputar asupan makan.  Di sini feeling quilty banget karena sering lupa minum vitamin dari bidan.  Hwaaa..!
Alhamdulillah selesai! 
Eh,  ternyata belum, masih harus ke poli gigi untuk konsultasi juga. Sip deh kalo gitu, kebetulan tambalan gigi sudah mau rusak dan ingin tahu boleh nggak ibu hamil nambal gigi.  Rupanya boleh aja tuh. Lain kali kudu datang lagi ke puskesmas buat memperbaiki tambalan gigi.
Setelah semuanya selesai, saya dipersilakan pulang. Nggak dikasih vitamin dari puskesmas karena saya mengatakan besok berencana periksa ke dokter kandungan di rumah sakit. Oia hasil test lab HB saya masih belum mencukupi (9 dari kondisi normal untuk melahirkan 11), untuk yang lain tidak ada masalah. Okelah, setelah ini harus banyak asupan yang bisa menggenjot HB supaya bisa ideal untuk ikhtiar lahiran VBAC.
Senangnya...! karena sepanjang rangkaian test lab yang memakan waktu lebih dari 2 jam itu bertemu dengan petugas yang semuanya ramah, tidak seperti sebelumnya yang pernah dibikin baper sama petugas puskesmas. Wkwkwkwk. Terimakasih, Pak/Bu yang sudah membantu saya.
Ayah – Bunda yang belum test lab, boleh banget lho menggunakan fasilitas dari puskesmas ini. semoga sehat selalu ya! Dan semoga bermanfaat.

Salam,