Bagi full home mother, kesempatan langka untuk jalan-jalan meskipun hanya sekedar keliling komplek adalah anugerah yang Wow-amazing (lebay dikit). Bagaimana tidak? Setelah disibukkan dengan rutinitas yang itu-itu saja, bisa sejenak beralih dari rutinitas adalah hal yang sangat menyenangkan.

Seperti halnya Bunda Hasna, yang mudah bete dengan segala urusan di rumah, maka saat ayah hasna ada waktu luang segeralah mengajukan proposal untuk jalan-jalan ke gramedia bookfair. Hm... Memang sih bagi Ayah Hasna, segala sesuatu yang berbau buku pasti tidak menyenangkan. Toko buku, pameran buku apalagi perpustakaan selalu membuatnya tambah ngantuk; Sangat berbeda dengan bunda hasna yang exiting dengan segala hal tentang buku. Jika ada bookfair, pasti menyempatkan datang. Tapi demi menyenagkan hati bunda Hasna, si ayah tentu saja mau sekali-kali hanya jadi tukang ojek dan body guard. Hehehehe. Tukang ojek dan body guard paling setia begitulah kira-kira.

Jadilah mereka merencanakan hari Sabtu jalan-jalan sekaligus Ayah Hasna datang ke agendanya. Berangkan sekitar pukul 10.30, menuju seputaran Johar untuj membeli keperluan baby Hasna terlebih dahulu. Udara panas dan punggung yang menahan berat badan Hasna tak membuat bundanya menyerah. Pokoknya jalan-jalan, katanya.

Keluar dari baby shop langsung menuju masjid Baiturrahman simpang lima untuk shalat dhuhur sekaligus menuju menara karena Ayah Hasna ada agenda di sana.

Sekitar pukul 13.30, rute berubah menuju wilayah kampus undip pleburan untuk mencari makan. Hihi. Inginnya makan mie ayam tapi warung belum buka jadilah muter-muter pleburan sembari nostalgia melewati jalan-jalan dan beberapa rumah kos Bunda Hasna sewaktu kuliah. Dua kali memutari Pleburan dan belum menemukan tempat makan yang pas, akhirnya makan mie ayam di warung Jl. Singosari, samping kampus Sastra. Ini juga namanya nostalgia karena si Bunda sering makan mie ayam di sana sewaktu masih berstatus jomlo, eh maksudnya mahasiswa.

Agenda selanjutnya menuju tujuan utama: Gramedia Pandanaran yang sedang mengadakan bookfair (baca: obral buku murah). Hasna asyik bobo di dekapan bunda pake ergobaby carrier, si ayah memilih duduk di depan panggung mengamati pengunjung sambil main HP daripada dicuekin si Bunda yang matanya langsung berubah hijau begiu melihat tumpukan buku dengan tulisan harga mulai Rp.5000, Rp.10.000 dll. Masih tetap menggendong Hasna.

Sekitar 1,5 jam bunda hasna berkeliling mencari buku, ambil sana ambil sini pilih pilih taruh lagi ambil yang lain lagi taruh lagi jalan lagi lihat buku tertarik jalan lagi lihat harga mahal yidak jadi beli. Hahahaha. Begitulah kalau budget nya sedang menipis. Tapi tak apa, jalan-jalan dan bisa membeli beberapa buku cukuplah sudah.

Setelah puas berkeliling dan mencomot beberapa buku, akhirnya dipilih lagi disesuaikan dengan budget dan kebuuhan. Pilihan jatuh kepada (halah) 1 buku tutorial kreasi flanel untuk membuat mainan edukatif anak, dan 3 buku karangan Enid Blyton. Buku anak-anak juga. Rupanya si bunda sedang ingin mengenang masa-masa dulu membaca karangannya tante Enid. Hush! Sekalian belajar nulis cerita anak maksudnya...

Dari gramedia meluncur ke kedai CapCin di daerah Jl. Thamrin (RomantiCapCin judul nge datenya.. Hihi). Dan pulang... Karena sudah.

Sampai di depan kampus USM ada penjual bantal di bawah pohon, yang mencolok adalah tulisan Rp.15.000 Ayah dan Bunda Hasna penasaran, akhirnya mencoba mendekat, tanya-tanya, ternyata bantal dari perca. Luarnya perca dan dalamnya juga perca. Jadinya cantik, seperti bantal boneka tidak seempuk bantal isian dakron. Lumayan lah untuk dibawa santai atau dibawa pergi.

Alhamdulillah.... Terimakasih, cinta.. Untuk hari ini yang menyenangkan :D