Menjadi Ratu Cantik nan Syar’i 
 
Busana nikah islami. dok.pribadi
Ada yang lagi nyiapin hari bahagia alias nikah? Yuk mari, kita kupas sedikit tentang beberapa pernak-perniknya.
Salah satu yang terpenting dan menjadi sorotan dalam perhelatan besar ini adalah riasan pengantin. Bagi laki-laki agaknya tidak menjadi masalah. Namun bagi mempelai wanita harus benar-benar diperhatikan.
Sebelumnya, kita lihat syarat pakaian syar’i:
  1. Menutup Seluruh Badan Kecuali Yang Dikecualikan
  2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan
  3. Kainnya Harus Tebal, Tidak Tipis
  4. Harus Longgar, Tidak Ketat
  5. Tidak Diberi Wewangian atau Parfum
  6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
  7. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-Wanita Kafir
  8.  Bukan Pakaian Untuk Mencari Popularitas
Selain itu, busana muslimah pun harus:
  • Tidak tipis dan menerawang
  •  Tidak memperlihatkan lekuk tubuh
  •  Warnanya tidak mencolok
  • Tidak seperti punuk unta
  • Tidak tabarruj

Lalu, bisakah kita mengaplikasikan itu dalam pernikahan? Sementara biasanya seorang wanita ingin terlihat berbeda dan menjadi pusat perhatian saat menikah?! Jawabannya tentu saja bisa. Islam adalah agama yang moderat, yang tidak saklek namun punya aturan-aturan yang sangat mengikat.
Menukil sebuah kisah pada waktu rasulullah datang untuk menikahi Aisyah, saat itu Aisyah kecil sedang bermain lalu ibundanya segera mengajaknya masuk rumah untuk memandikan dan mendandaninya agar terlihat rapi.

Dari kisah tersebut tentunya kita bisa mengambil ibroh bahwa saat diadakan pernikahan (khususnya saat ijab-qabul), sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik. Mandi dan berhias diri. Namun harus berhati-hati agar terhindar dari hal-hal yang tidak bermanfaat seperti tabarruj.
Mencoba me-list beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melangsungsan walimatul ‘ursy agar tetap dalam koridor syar’i. 

Perias muslimah
Ini menjadi syarat pertama agar kita terhindar dari bersentuhan dengan yang bukan mahrom. Saat ini suah bertebaran di berbagai kota bahkan di kota kecil seperti Wonosobo, perias muslimah yang biasa menjadi refferensi bagi para muslimah.
Perias muslimah ini  tidak hanya berarti dia seorang muslimah tapi dengan riasan gaya bebas. yang dimaksud di sini adalah perias muslimah yang komitmen merias muslimah lengkap dengan hijabnya.
Yang menjadi cacatan juga, tidak kerok alis dan tidak pasang bulu mata (kalau ini biasanya optional sama yang minta dirias, so… yang mau nikah/wisuda, usahakan tidak ya).
Oia, kalau di Wonosobo ada salon Muslimah yang ada di Jl. Veteran Wonsosobo, pemiliknya Bu Ina yang cantik dan ramah serta baik hati. Hehehe. Btw Bu Inna juga melayani rias panggilan ke luar kota ko, selama beliau bisa/waktunya sesuai karena beliau juga seorang guru. Ini CP bu Ina: 085 640 298 277.
Kalau di kota besar ada muthia salon, ada juga banyak salon muslimah yang biasanya didirikan oleh muslimah yang capable dan memahami pentingnya berperan di jalur ini. 

 Make up halal
Kenapa harus halal?! Tentu karena kita seorang muslim dan akad nikah adalah ibadah yang bernilai besar. Ikhlaskah jika dalam ibadah itu ada terselip barang haram dalam tubuh kita?!.
Bisa ko ditanyakan sama periasnya waktu survey salon. Untuk riasannya pakai apa? Mungkin banyak produk-produk yang ‘katanya’ halal tapi belum ada sertifikat halal. Untuk itu usahakan memakai produk yang sudah mendapat sertifikat halal dari MUI.
Make-up halal ini juga terkait sunnah shalat dua rakaat setelah ijab qabul. So, biar bisa langsung shalat tanpa ada barang-barang yang tidak halal menempel di tubuh kita, wajib dong pakai yang halal.
www.kosmetikwardah.com

Pakaian yang lebar dan tertutup
Ini yang tidak mudah karena umumnya pakaian pengantin di desain untuk memperlihatkan tubuh indah si pengantin perempuan, khususnya kebaya. Sekarang, banyak alternative busana pengantin mulai dari tradisional hijab, modern, atau bahkan bisa mengkombinasikan kebaya dan dress/gamis.
Usahakan memaki pakaian yag tidak ketat (jika terpaksa ketat, jilbabnya dibuat lebar dan menutupi bagian-bagian tertentu). 

Lebih meyakinkan tentunya jika kita bisa mendesain sendiri pakaian nikah, pilih bahan sendiri, lalu dijahit sesuai keinginan agar bisa menyesuiakan dengan badan sekaligus memilih agar bajunya tidak terlalu ketat.

Kekurangannya, jika menjahit sendiri tentu akan menambah budget. Opsi lainnya adalah Memesan baju ke salon (dengan tambahan biaya), Pihak salon akan membuatkan sesuai keinginan kita). Atau opsi terakhir memakai baju yang sudah tersedi di salon (koleksi salon) dan di fitting dengan badan kita. Yang terakhir tentu lebih praktis dan hemat, karena pihak salon cukup merombak sedikit jahitan baju yang sudah ada/menambahkan aksesoris lain  tanpa harus membuat baju baru lagi.
jilbab nikah lebar
Jilbab pun menjadi penting. Acapkali seoang muslimah yang sehari-hari berjilbab lebar harus mehanan tangis saat menikah karena harus berjilbab kecil.
Hal ini juga perlu dikomunikasikan dengan keluarga dan perias, karena bisa jadi perias (yang bukan specialis jilbab syari) kurang memahami aturan2nya, atau pihak keluarga yang tidak ingin melihat anaknya menikah dengan jilbab lebar. Padahal jika kita pandai mengreasikan, jilbab lebar untuk menikah pun bisa terlihat anggun dan trendi. Siapa yang tidak mau tetap syar’I dan trendi?!.
Saat ini, kita pun tak perlu bingung untuk mencari inspirasi model jilbab syar’I dan trendi karena di internet banyak tersedia tutorial hijab syar’i. 

Riasan yang sederhana dan tidak mencolok
Lagi-lagi hal ini pun perlu dikomunikasikan dengan pihak keluarga dan periasnya. Sebagian besar keluarga masih merasa aneh jika ada orang menikah tapi dandanan seadanya. Nah, saat ini teknologi alat rias dan keahlian tangan periasnya bisa memunculkan wajah bermake-up untuk menikah tapi terihat natural dan tidak menor. Jangan sampai deh pas nikah jadi kayak ondel-ondel. 

Modifikasi busana daerah dengan jilbab syar’i
Di beberapa daerah yang masih kental menganut adat istiadat setempat, merias pengantin dengan busana adat bisa dikatakan wajib. Kita pun harus mengomunkasikan hal ini kepada pengangku adat dan keluarga. Jangan sampai acara yang sakral dan penjanjian setengah agama itu menjadi berkurang berkahnya karena kita hanya mendahulukan kepentingan adat. Sebisa mungkin usahakan untuk win-win solution: tetap sesuai syar’I sekaligus sesuai adat.
Untuk busana adat pengantin seperti di minang atau di Makassar sepertinya lebih mudah dimodifikasi dengan jilbab dibandingkan daerah lain. Tapi sekali lagi zaman sudah berubah dan riasan pernikahan adat yang dimodif dengan busana muslimah pun sudah tak asing lagi. Contohnya adat jawa dengan tetap memakai gambar seperti rambut  di dahi dan cunduk menthul tapi tetap berjilbab. 

Tidak seperti punuk unta
Ini penting juga buat perhatian karena seringkali ini dianggap biasa oleh banyak muslimah. Di toko busana muslim pun banyak dijual dalaman jilbab yang ada busanya sehingga bisa mempercantik penampilan berjilbab karena rambut seolah disanggul sebelum dipakaikan jilbab.
Meskipun tidak memakai sanggul dan menggantinya dengan busa atau daun pandan, tetap saja membentuk sanggul di balik kerudung. Jadi perlu sekali berhati-hati agar penampilan tetap dalam koridor syar’I bukan hanya karena ingin tampil cantik.
Jika rambutnya memang panjang, tak masalah digulung seperlunya dan disembunyikan dibalik kerudung, tapi bagi yang rambutnya pendek tak perlu menambahkan agar terlihat seolah rambutnya panjang. Apa mau tamu yang datang (notabene banyak non mahrom juga) bisa mengira-ngira seberapa panjang rambut kita?!.
Memilih aksesoris yang tepat
Terkadang ada salon yang membebaskan kita memilih aksesoris sendiri atau memang pengantin ingin mempunyai aksesoris agar bisa disimpan dan dijadikan kenangan. Untuk itu, perlu memilih aksesoris yang tepat dan reusable agar aksesoris yang kita punya itu bisa dipakai kembali tidak hanya menjadi pajangan/simpanan.
Ada banyak alternative aksesoris mulai dari yang berbahan logam mulia seperti emas, sampai yag bahan biasa atau kreasi dari kain perca. Sesuaikan dengan tema pernikahan dan konsep yang akan dibawa. Usahakan aksesorisnya tidak terlalu mencolok tapi terlihat chic saat dikenakan. Jika cukup menggunakan rangkaian melati dan bunga hidup saja, itu pun sudah cukup elegan. Sekarag pun ngetrend orang menikah membawa bouquet bunga (yang kalau orang di luar negeri umumnya setelah menikah ada tradisi melemparkan bouquet kepada para tamu, dan yang mendapatkanya akan segera menyusul. Mungkin seperti di Jawa ada kepercayaan kalau bisa mendapat melatinya akan segera menyusul menikah juga) _mitos yang tak perlu dipercaya_
Nah, bisa juga kita menggunakan bouquet yang cantik tapi dari bahan yang awet seperti bouquet dari bunga kanshazi dipadu dengan bros cantik. Elegan dan bisa kita jadikan penghias ruangan yang chic setelah acara usai.
pic by Kikin
Kikin's

Singgasana Raja dan Ratu
Bagi setiap pasangan tentu menginginkan segala hal yang terbaik, yang sempurna jika kita tak mengingat bahwa kesempurnaan hanya milik Allah. Tentunya dekorasi panggung dan singasana sang pengantin pun berharap yang terbaik.
Lagi-lagi berkaitan dengan budget dan tema/konsep penikahannya. Tentu berbeda dekorasi pernikahan untuk menikah dengan konsep minimalis dan tradisional. Perlu diperhatikan juga, dekorasi hanyalah bagian dari hiasan di upacara pernikahan, ada atau tidak dekorasi yang terpenting adalah syarat dan rukun nikahnya telah terpenuhi.
dekorasi nikah
Saat bisa mengusahakan dekorasi sesuai dengan keinginan tentulah sangat bersyukur, namun jika belum bisa pun tetap harus bersyukur sembari bersabar.
Untuk menghemat budget, dekorasi yang sederhana bisa kita kreasikan sendiri dari bahan-bahan di sekitar. Cukup kertas, kain, dan benda-benda lain bisa menjadi dekorasi indah.
Dekorasi minimalis yang tak membutuhkan banyak dana juga bisa menjadi alternative. So, pintar-pintar mengatur anggaran dengan keinginan, karena hari pernikahan hanya sebentar lebih bijak jika ada tabungan untuk hari-hari setelah menikah.
Tamu yang datang pun akan merasa senang dengan pengantin yang sumringah menyambut tamunya meskipun dengan dekorasi yang sangat sederhana dibanding pengantin yang tak ramah dengan dekorasi megah.
Dalam memilih dekorasi, jangan sampai terbersit dalam hati untuk menyombongkan diri dengan dekorasi dan pakaian mewah-megah dan pemborosan. Yang dicari dalam perhelatan pernikahan adalah keberkahan dan do’a-do’a dari para tetamu yang hadir.

Rekomendasi Perias dan Salon Muslimah (untuk pernikahan dan wisuda)

Rekomendasi Wedding Aksesoris & Souvenir

Moga bermanfaat, kawan. Selamat menyiapkan hari bahagiamu! Jangan lupa menyiapkan juga hari-hari panjang setelahnya. Semoga berkah Allah menyertaimu sekarang dan selamanya. Aamiin.

NB: buat yang mau wisuda juga lho… ^^

_@Rien_